JAKARTA, KRJOGJA.com — Direk­tur Jen­der­al Sum­ber Daya Iptek dan Dik­ti, Ali Ghufron Muk­ti mener­i­ma peng­har­gaan dari Ikatan Ilmuan Indone­sia Inter­na­sion­al (I4). Peng­har­gaan dis­er­ahkan di Jakar­ta , Senin (19/8  2019 di Jakar­ta.

Peng­har­gaan ini diberikan pada Dir­jen Ghufron atas dedikasinya dalam pengem­ban­gan organ­isasi I4. Kare­na Ali  Ghufron Muk­ti  ter­catat seba­gai Ket­ua Dewan Pem­bi­na I4, namun bukan itu alasan I4 mem­berikan peng­har­gaan ini.

“Kami telah mendiskusikan dan memu­tuskan bah­wa Dir­jen Ghufron layak mener­i­ma peng­har­gaan ini atas visi besarnya melalui SCKD hing­ga mam­pu merangkul para ilmuwan dias­po­ra,” jelas Ket­ua I4, Deden Ruk­mana.

Deden pun men­gatakan pro­gram SCKD pun dap­at men­ja­di rumah bagi ilmuan dias­po­ra. Hing­ga para ilmuwan dias­po­ra pun merasa ter­pang­gil untuk mewu­jud­kan Indose­nia den­gan SDM yang ung­gul.

“Kita pun­ya rumah. SCKD adalah rumah kita bersin­er­gi dan berba­gi untuk men­jadikan bangsa kita lebih maju lagi,” tegas­nya.

Dir­jen Ghufron pun bert­er­i­makasih atas peng­har­gaan yang ia ter­i­ma. Bahkan ia pun kaget. “Dunia ini penuh keju­tan, ter­ma­suk I4 yang mem­berikan peng­har­gaan ini. Gak sang­ka saya. Saya pikir pak Deden ini hanya akan sambu­tan saja,” ujar Dir­jen Ghufron ser­aya para hadirin pun tertawa.

Peng­har­gaan ini diberikan I4 dalam rang­ka hari jadi I4 yang ke 10 tahun. Yang juga bertepat den­gan malam penyambu­tan ilmuan dias­po­ra untuk mengiku­ti kegiatan SCKD 2019. SCKD atau Sim­po­sium Cendikia Kelas Dunia adalah pro­gram Direk­torat Sum­ber Daya Iptek dan Dik­ti, Kemen­ris­tekdik­ti untuk men­gun­dang ilmuan dias­po­ra untuk berko­lab­o­rasi den­gan ilmuan dan akademisi per­gu­ru­an ting­gi di Indone­sia.

Mere­ka pun akan dia­jak berdiskusi ten­tang poten­si dan pelu­ang Indone­sia dalam berba­gai bidang untuk dikem­bangkan. Sebanyak 52 ilmuwan dias­po­ra yang berasal dari 15 negara mengiku­ti kegiatan SCKD tahun ini. Pro­gram ini pun ter­cip­ta atas ker­jasama Kemen­ris­tekdik­ti den­gan Kementer­ian Luar Negeri (Kemen­lu), Ikatan Ilmuwan Indone­sia Inter­na­sion­al (1–4), dan Akade­mi Ilmuwan Muda Indone­sia (ALMI).(ati)