Pada tanggal 6 Desember lalu, Menristek Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro mengadakan pertemuan dengan anggota I-4 Jepang dan mahasiswa Indonesia di Jepang. Pertemuan berlangsung di KBRI Tokyo yang dimoderatori oleh Kuasa Usaha AD Interim KBRI Tokyo Tri Purnajaya. Delegasi I-4 Jepang dipimpin oleh Dr. Sastia Prama Putri, Deputy Managing Director I-4 Kawasan Asia Timur. Dalam pertemuan tersebut disampaikan pula Profil Singkat I-4 and Profil Ilmuwan Indonesia di Jepang.

Berikut adalah laporan singkat yang ditulis oleh Dr. Sastia Prama Putri:

Pada  tanggal 6 Desember 2019, bertempat di KBRI Tokyo, I-4 Chapter Jepang telah mengadakan pertemuan dengan Prof. Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset, Teknologi, dan Badan Riset Inovasi Nasional Kabinet Indonesia Maju, 2019-2024. Acara ini juga dihadiri oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo Bapak Tri Purnajaya, Atase Pendidikan Kebudayaan, Dr. Alinda FM Zain, Dirjen Menristekdikti Dr. Dimyati, Kepala BPPT Dr. Hammam Riza dan Kepala LAPAN Prof. Dr. Anhar Riza Antariksawan. Acara dimulai dengan paparan Menteri RIstek Bambang Brodjonegoro kepada para ilmuwan dan pelajar Indonesia tentang rencana kerja Kementerian Riset, Teknologi dan BRIN. Menteri Bambang menyampaikan harapannya agar para diaspora Indonesia tetap dapat ikut membangun bangsa Indonesia dan membina kerjasama yang baik dengan Indonesia meskipun masih memilih untuk berkarir di Jepang. Setelah paparan dari Menteri Bambang, acara dilanjutkan dengan diskusi antara pak Menteri dan 15 ilmuwan diaspora Jepang yang saat ini bekerja di universitas, badan riset dan juga industri. Dalam diskusi tersebut, Deputy Managing Director I-4 untuk kawasan Asia Timur Dr. Sastia Prama Putri menyampaikan informasi tentang organisasi I-4 yang kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dari masing-masing ilmuwan diaspora yang hadir. Acara kemudian ditutup oleh Menteri Bambang yang kembali menegaskan beberapa peran penting para diaspora yang dapat diambil untuk memajukan dunia riset, yakni mendukung penelitian di tanah air dimana ilmuwan diaspora dapat bertindak sebagai mentor untuk ilmuwan  muda Indonesia, mendukung topik-topik riset penting yang sesuai dengan prioritas riset nasional dan memperkuat database diaspora di seluruh dunia yang terkait dengan bidang penelitian dan pengembangan.