• April 3, 2019

    I-4 LECTURE : Pengembangan Studi dan Penelitian Kimia dan Farmasi di Institusi Dalam Negeri

    Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) bekerjasama dengan 3 universitas di tanah air yaitu Universitas Lampung, Universitas Jambi, dan Universitas Bengkulu, mempersembahkan kegiatan I-4 Lecture Daring (online) perdana yang menghadirkan Ilmuwan Diaspora Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada : Kamis, 04 April 2019Jam 09.00 WIB Pembicara di edisi perdana ini adalah: Prof. Teruna SiahaanAya and Takeru Higuchi Distinguished Professor Associate Chair, Pharmaceutical Chemistry Co-Director, NIH Biotechnology Training ProgramSchool of Pharmacy – Pharmaceutical Chemistry, Kansas University (USA) Acara dibuka langsung oleh: Dr. Deden RukmanaProfessor and Chairperson of the Department of Community and Regional Planning at Alabama A&M University (USA)Ketua Umum I-4 Periode 2018-2020 Naskah kata sambutan dan pembukaan dari Ketua Umum I-4 dapat diunduh di link ini. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh: Prof. Dr. IsmunandarDirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Dr. Ridwan Nurazi, SE., M.Sc.Rektor Universitas Bengkulu Prof. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D.Rektor Universitas Jambi Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.PRektor Universitas Lampung Bertindak selaku moderator dalam kegiatan ini adalah: Sal Prima Yudha, PhDKetua Prodi Farmasi, Universitas Bengkulu Kegiatan ini dapat disaksikan live melalui Channel YouTube media_i4 atau klik tautan di bawah : Presentasi yang disampaikan oleh Prof. Teruna Siahaan dapat diunduh dari link berikut ini. Setelah presentasi dari Prof. Teruna Siahaan yang berlangsung sekitar 50 menit, Dr. Sal Prima Yudha selaku moderator memimpin sesi tanya jawab yang diikuti oleh seluruh peserta di Universitas Bengkulu, Universitas Lampung and Universitas Jambi. Berikut adalah beberapa foto dan video dari kegiatan I-4 Lecture ini yang berlangsung di Universitas Bengkulu, Universitas Lampung and Universitas Jambi. Berikut ini adalah beberapa testimoni tentang kegiatan I-4 Lecture ini: Alhamdulillah di Universitas Jambi dihadiri sekitar 200 orang , terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Program Studi Kimia, Program Studi Teknik Kimia serta Program Studi Pendidikan Kimia. Dengan kegiatan ini, tidak hanya mahasiswa tetapi juga dosen di Universitas Jambi yg termotivasi dan mendapat inspirasi. Semoga kegiatan ini bisa menjadi katalis anak-anak bangsa, terutama yg masih muda, untuk mencontoh kesuksesan Prof. Deden dan Prof.Teruna (Dr. Nazarudin, Universitas Jambi) “Belajar dan mendekat kepada para cendikia adalah salah satu jalan menuju hari esok yang lebih baik”, Terima kasih Prof. Deden Rukmana selaku Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) (2018-2020) yang telah memberikan kesempatan kepada kami (dosen dan mahasiswa) untuk mengenal dunia lebih luas melalui kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Terima kasih kepada Prof. Teruna J. Siahaan selaku Chair of Chemistry and Pharmacy Cluster pada I-4 yang telah bersedia membimbing kami dan berbagi pada kegiatan perdana ini. Semoga ke depan, semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk meraih kesuksesan seperti Prof. Deden dan Prof. Teruna serta Diaspora lainnya menuju Indonesia yang lebih maju. Amiin. (Dr. Sal Prima Yudha, Universitas Bengkulu)

    Continue reading
  • March 29, 2019

    Diskusi Bersama Dirjen Penguatan Riset & Pengembangan di Tokyo Institute of Technology

    Reporter: Dr. Muhammad Aziz (Managing Director I-4 East Asia) Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Dr. Muhammad Dimyati, yang juga adalah anggota Dewan Pembina I-4 mengadakan diskusi bertajuk “Riset Indonesia: Sudah sejauh mana kita melangkah?” dengan para ilmuwan dan mahasiswa Indonesia di kampus Tokyo Institute of Technology (Tokodai Ookayama Campus) pada hari Kamis, 14 Maret 2019. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan dari berbagai pihak termasuk I-4 East Asia, PPI Tokodai, Kemenristekdikti dan Kedubes RI di Jepang. Rekaman dari kegiatan diskusi tersebut juga dapat dilihat dalam link YouTube ini. Sementara materi presentasi yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Dimyati dapat pula diunduh di link berikut ini.

    Continue reading
  • March 28, 2019

    DARI DIASPORA UNTUK INDONESIA

    DARI DIASPORA UNTUK INDONESIA Sebuah kebanggaan atas pencapaian yang telah dilakukan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional dibawah kepengurusan Prof. Deden Rukmana. Banyak hal yang telah dilakukan dan diperjuangkan bersama Diaspora Indonesia, pemerintah, dan seluruh stakeholder untuk memajukan pendidikan dan riset Teknologi Indonesia. Ini adalah langkah awal yang tentu akan terus diperjuangkan bersama. Salam Ilmuwan Indonesia untuk Dunia! https://edukasi.kompas.com/read/2019/03/27/10493361/mendorong-ilmuwan-diaspora-menjadi-agen-perubahan https://kompas.id/baca/utama/2019/03/28/deden-rukmana-dari-diaspora-untuk-indonesia/https://bebas.kompas.id/baca/utama/2019/03/28/deden-rukmana-from-the-diaspora-for-indonesia/

    Continue reading
  • February 12, 2019

    Laporan Kegiatan Japan Indonesia International Scientific Conference 2018

    Oleh: Dr. Sastia Prama Putri (Deputi Managing Director I-4 Kawasan East Asia) Saat ini, dunia sudah masuk ke dalam revolusi industri terbaru, yaitu Industri 4.0. Revolusi industri ini berpusat pada bidang-bidang teknologi, khususnya bidang informatika seperti Internet of Things, Automation, dan juga Big Data Analytics yang bisa menjangkau berbagai sektor mulai dari tekstil hingga pertanian. Kemajuan teknologi ini dapat menjadi pedang bermata dua bagi kondisi sosial masyarakat. Jika tidak diatasi dengan baik, hal-hal seperti malfungsi pada mesin dapat berakibat fatal bagi masyarakat sekitarnya. Namun, jika dimanfaatkan dengan baik, kemajuan teknologi ini dapat memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kemajuan suatu bangsa, khususnya bangsa Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang sangat banyak. Oleh karena itu, hal ini penting untuk dikaji lebih lanjut. Peduli akan isu ini, Forum Peneliti Muda Indonesia (Formind), Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang), dan Universitas Indonesia (UI) mengadakan konferensi bertajuk “Japan-Indonesia International Scientific Conference” atau yang dapat disingkat JIISC 2018. Konferensi yang diadakan di Ichou Kaikan, Osaka University, Osaka, Jepang pada tanggal 28 Oktober 2018 ini memiliki tema “Industrial Revolution 4.0 for Smart Society” yang melingkupi ranah teknik (Engineering Science), Hayati (Life Sciences), dan Sosial (Social Sciences). Pemilihan Jepang sebagai tuan rumah didasari pada kemajuan teknologi yang dimiliki Jepang dapat menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang lebih makmur. Selain itu, tahun 2018 merupakan tahun perayaan 60 tahun hubungan diplomatis Indonesia-Jepang, sehingga diharapkan dengan diadakannya konferensi ini dapat mempererat serta membangun relasi antara Indonesia dan Jepang dengan lebih baik lagi. Kegiatan JIISC 2018 ini merupakan diskusi keilmuan mengenai bagaimana kita dapat berkontribusi bagi masa depan yang lebih baik serta aplikasi dari keilmuan yang kita miliki. Kegiatan ini dituangkan dalam bentuk sesi presentasi oral dari topik teknik, hayati, dan sosial, serta sesi presentasi poster, luncheon, dan kegiatan networking yang disponsori oleh KBRI Tokyo. Konferensi JIISC yang dimulai pada pukul 9 pagi ini dibuka dengan kata sambutan dari ketua acara Prof. Eiichiro Fukusaki dan Assistant Prof. Sastia Prama Putri dari Osaka University, kemudian kata sambutan dari perwakilan Rektorat Osaka University sebagai tuan rumah, Prof. Genta Kawahara, perwakilan penyelenggara dari Rektor Universitas Indonesia, Prof. Muhammad Anis, dan juga perwakilan dari Kedutaan Besar Indonesia di Jepang, Bapak Mochamad Abas Ridwan. Acara dilanjutkan dengan presentasi dari Prof. Muhammad Anis, Prof. Genta Kawahara, dan Dr. Yanuar Nugroho dari Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia untuk membicarakan mengenai peran Industrial Revolution 4.0 and Smart Society dalam kemajuan Indonesia dan Jepang. Setelah sesi tersebut, peserta dibagi menjadi tiga ruangan yang mewakili tiga kelompok keilmuan, yaitu teknik, hayati, dan social. Pada masing-masing ruangan terdapat sesi presentasi kunci dari narasumber terpilih untuk menjelaskan kontribusi bidang keilmuannya dalam mencapai Industrial Revolution 4.0 and Smart Society, seperti Dr. Neni Nurainy, Assoc. Prof. Sulfikar Amir, Prof. Made Astawan, Prof. I Nyoman Pugeg, Assoc. Prof. Zulfan Tadjoeddin, dan Assoc. Prof. Wuled Lenggoro. Sesi dilanjutkan dengan sesi presentasi dari ilmuwan dan ilmuwan muda dari seluruh Indonesia dan juga negara lain seperti Jepang dan Taiwan yang merupakan peserta kegiatan JIISC 2018. Seluruh sesi diskusi keilmuan tersebut ditutup dengan satu sesi presentasi umum dari Prof. Eiichiro Fukusaki mengenai peran teknologi untuk mencapai Industrial Revolution 4.0 […]

    Continue reading