Laporan Kegiatan Japan Indonesia International Scientific Conference 2018

February 12, 2019

Oleh: Dr. Sastia Prama Putri (Deputi Managing Director I-4 Kawasan East Asia) Saat ini, dunia sudah masuk ke dalam revolusi industri terbaru, yaitu Industri 4.0. Revolusi industri ini berpusat pada bidang-bidang teknologi, khususnya bidang informatika seperti Internet of Things, Automation, dan juga Big Data Analytics yang bisa menjangkau berbagai sektor mulai dari tekstil hingga pertanian. Kemajuan teknologi ini dapat menjadi pedang bermata dua bagi kondisi sosial masyarakat. Jika tidak diatasi dengan baik, hal-hal seperti malfungsi pada mesin dapat berakibat fatal bagi masyarakat sekitarnya. Namun, jika dimanfaatkan dengan baik, kemajuan teknologi ini dapat memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kemajuan suatu bangsa, khususnya bangsa Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang sangat banyak. Oleh karena itu, hal ini penting untuk dikaji lebih lanjut. Peduli akan isu ini, Forum Peneliti Muda Indonesia (Formind), Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang), dan Universitas Indonesia (UI) mengadakan konferensi bertajuk “Japan-Indonesia International Scientific Conference” atau yang dapat disingkat JIISC 2018. Konferensi yang diadakan di Ichou Kaikan, Osaka University, Osaka, Jepang pada tanggal 28 Oktober 2018 ini memiliki tema “Industrial Revolution 4.0 for Smart Society” yang melingkupi ranah teknik (Engineering Science), Hayati (Life Sciences), dan Sosial (Social Sciences). Pemilihan Jepang sebagai tuan rumah didasari pada kemajuan teknologi yang dimiliki Jepang dapat menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang lebih makmur. Selain itu, tahun 2018 merupakan tahun perayaan 60 tahun hubungan diplomatis Indonesia-Jepang, sehingga diharapkan dengan diadakannya konferensi ini dapat mempererat serta membangun relasi antara Indonesia dan Jepang dengan lebih baik lagi. Kegiatan JIISC 2018 ini merupakan diskusi keilmuan mengenai bagaimana kita dapat berkontribusi bagi masa depan yang lebih baik serta aplikasi dari keilmuan yang kita miliki. Kegiatan ini dituangkan dalam bentuk sesi presentasi oral dari topik teknik, hayati, dan sosial, serta sesi presentasi poster, luncheon, dan kegiatan networking yang disponsori oleh KBRI Tokyo. Konferensi JIISC yang dimulai pada pukul 9 pagi ini dibuka dengan kata sambutan dari ketua acara Prof. Eiichiro Fukusaki dan Assistant Prof. Sastia Prama Putri dari Osaka University, kemudian kata sambutan dari perwakilan Rektorat Osaka University sebagai tuan rumah, Prof. Genta Kawahara, perwakilan penyelenggara dari Rektor Universitas Indonesia, Prof. Muhammad Anis, dan juga perwakilan dari Kedutaan Besar Indonesia di Jepang, Bapak Mochamad Abas Ridwan. Acara dilanjutkan dengan presentasi dari Prof. Muhammad Anis, Prof. Genta Kawahara, dan Dr. Yanuar Nugroho dari Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia untuk membicarakan mengenai peran Industrial Revolution 4.0 and Smart Society dalam kemajuan Indonesia dan Jepang. Setelah sesi tersebut, peserta dibagi menjadi tiga ruangan yang mewakili tiga kelompok keilmuan, yaitu teknik, hayati, dan social. Pada masing-masing ruangan terdapat sesi presentasi kunci dari narasumber terpilih untuk menjelaskan kontribusi bidang keilmuannya dalam mencapai Industrial Revolution 4.0 and Smart Society, seperti Dr. Neni Nurainy, Assoc. Prof. Sulfikar Amir, Prof. Made Astawan, Prof. I Nyoman Pugeg, Assoc. Prof. Zulfan Tadjoeddin, dan Assoc. Prof. Wuled Lenggoro. Sesi dilanjutkan dengan sesi presentasi dari ilmuwan dan ilmuwan muda dari seluruh Indonesia dan juga negara lain seperti Jepang dan Taiwan yang merupakan peserta kegiatan JIISC 2018. Seluruh sesi diskusi keilmuan tersebut ditutup dengan satu sesi presentasi umum dari Prof. Eiichiro Fukusaki mengenai peran teknologi untuk mencapai Industrial Revolution 4.0 […]

Read more