Indonesia-Australia Forum on Higher Education, Research and Technology 2018, di Melbourne Australia

October 22, 2018

Ilmuwan Diaspora Indonesia yang tergabung dalam I-4 (Ikatan Ilmuwan Indonesia International) Australia dan IARNA (Indonesian Academics and Researchers Network Australia) bekerjasama dengan Konsulat Jendral Republik Indonesia di Melbourne dan Departemen of Foreign Affairs and Trade (DFAT)-Pemerintahan Australia, mengadakan Indonesia-Australia Forum on Higher Education, Research and Technology (IAF-HEART 2018), minggu lalu pada tanggal 16-18 Oktober 2018. Forum tingkat tinggi yang dihadiri oleh senior leadership dan akademisi dari berbagai universitas di Indonesia dan Australia ini diselenggarakan di Swinburne University of Technology di Melbourne, Australia. Sekitar 15 universitas dari Indonesia (negeri dan private) dan 10 dari Negara Bagian Victoria berpartisipasi dalam forum ini. Forum ini di buka oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Ms Spica A Tutuhatunewa, dan juga dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Mr Muhammad Imran Hanafi.  Assoc Prof M Akbar Rhamdhani, yang merupakan Deputy Managing Director I-4 Australia yang juga merangkap sebagai President IARNA menyatakan  bahwa forum ini bertujuan untuk menguatkan hubungan yang sudah ada dan membuat link baru untuk kolaborasi riset dan pedidikan tinggi antar universitas di Indonesia dan juga Australia, khususnya di negara bagian Victoria. Forum ini merupakan ajang untuk share best practice, mengidentifikasi tantangan dan juga kesempatan untuk berkolaborasi. Pada Sesi ke 1, Konsul Jendral Spica Tutuhatunewa memaparkan high level overview hubungan antara Indonesia dan Australia dalam bidang Riset dan Pendidikan Tinggi. Beliau memaparkan bahwa Indonesia merupakan salah satu top innovators among emerging economies, dengan ranking 31 untuk innovation, dan ranking 32 untuk business sophistication. Australia memiliki performa lebih baik dalam area higher education and training (dengan global ranking 9), dan quality of scientific research institutions (global ranking 10). Dr Eugene Sebastian, Director Indonesia-Australia Center, memaparkan tantangan dan kesempatan kolaborasi antar dua negara di sektor pendidikan dengan memberikan contoh kolaborasi di dalam Indonesia-Australia Center, yang merupakan konsorsium riset dari 11 universitas di Indonesia dan Australia. Pada sesi-sesi berikutnya, presentasi dan diskusi panel diadakan untuk meng-eksplor lebih detail mengenai tantangan, kesempatan dan best practice dari kolaborasi riset dan pendidikan tinggi yang dibagi dalam tiga area: 1) STEM (sains, teknologi, teknik dan matematika), 2) Medikal, Ilmu sosial, Art dan Hukum, dan 3) Bisnis, inovasi dan kewirausahaan. Pada Sesi 2 tentang STEM, Prof Geoffrey Brooks dari Swinburne mengemukakan area-area kunci yang dapat di kembangkan labih lanjut untuk kolaborasi seperti, mining, minerals processing, extractive metallurgy, wastes stabilization and processing, alternate and renewable energy, automation and advanced manufacturing systems. Beliau juga mengemukakan bahwa salah satu greatest assets dari Indonesia adalah high quality students/human resources. Dr Adi Susilo, Dekan FMIPA di Universitas Brawijaya, memaparkan bahwa Indonesia itu kaya akan resources tetapi juga rentan terhadap bencana alam seperti erupsi gunung berapi, gempa, tsunami, longsor, banjir, kebakaran hutan dan lain-lain. Dari sisi ilmu, mitigasi dari bencana harus diperkuat dan juga pemetaan area bencana juga diperlukan. Dari sisi teknologi, diperlukan riset di information technology untuk monitoring, mencatat dan mengolah data. Prof Karen Hapgood, Dekan Eksekutif, di fakultas sains, teknik dan linkungan, Deakin University, menyatakan perlunya untuk mendorong wanita untuk mengambil karir sebagai peneliti di bidang STEM. Kolaborasi riset projek harus di arahkan dengan menggunakan hubungan dengan industry dan juga menjawab tantagan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, ketahanan cyber, tantangan berkembangnya urbanisasi dan […]

Read more

OPEN RECRUITMENT PENGURUS I-4 2018-2020

October 8, 2018

Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional atau dalam bahasa Inggris International Indonesian Scholars Association disingkat dengan I-4 adalah sebuah wadah ilmuwan Indonesia di dalam dan luar negeri berasal dari konsepsi pengumpulan ilmuwan Indonesia dari seluruh dunia yang diinisiasi oleh PPI Jerman pada medio 2007. Pendiriannya dideklarasikan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia pada tanggal 5 Juli 2009 dalam kegiatan Simposium Internasional PPI Dunia pada tanggal 3 – 5 Juli 2009 di Den Haag, Belanda dan diresmikan secara formal di Jakarta pada tanggal 24 Oktober 2009. Pada awal tahun 2018 ini, terpilih Dr. Deden Rukmana sebagai Ketua Umum I-4 untuk periode kepengurusan 2018-2020. Oleh karena itu, I-4 membuka kesempatan bagi rekan-rekan ilmuwan untuk ikut berpartisipasi dalam kepengurusan I4 periode 2018 – 2020. Berikut penjelasan singkat mengenai Job Desk pada divisi-divisi I-4: 1. Divisi Logistik dan Perlengkapan – Pengadaan keperluan sekretariat I-4: kartu nama, kenang-kenangan, kartu ucapan – Melakukan pemesanan merchandising – Mendukung program Science Travel: pemesanan tiket, hotel – Mendukung pengadaan print material I-4 (pemesanan percetakan, dsb) 2. Divisi Keanggotaan dan Sumber Daya Manusia – Merumuskan persyaratan dan mekanisme penerimaan anggota – Menyeleksi calon anggota I-4 – Membuat dan mengelola database ilmuwan Indonesia yang tersebar di seluruh dunia – Merancang dan mengelola Reward Program – Mengelola mailing list I-4 3. Divisi Acara, Promosi dan Komunikasi – Mengelola materi program I-4 Talks dan kuliah online – Membantu dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan I-4 di dalam dan di luar Indonesia – Melakukan kegiatan promosi – Membuat press release – Mendukung pembuatan print material I-4 (materi teks dan sosialisasi) – Melakukan komunikasi ke media terkait kegiatan I-4 4. Divisi Grafik dan Multimedia – Mengelola website I-4. – Mengelola program I-4 talk dan kuliah online secara teknis – Mendukung Kegiatan-kegiatan I-4 lainnya: desain poster, grafik dan media pendukung lainnya. – Mendukung Pembuatan Print Material I-4 (buku, brosur, flyer dsb). 5. Divisi Kerjasama dan Pendanaan – Menjadi humas dan juru bicara I-4 kepada masyarakat dan calon sponsor – Bergerak aktif berhubungan dengan sponsorship – Mengelola kerjasama I-4 dengan organisasi atau institusi lain Salam hangat Divisi Keanggotaan dan Sumber Daya Manusia sdm@i4indonesia.org   klik tautan berikut http://bit.ly/oprecI4

Read more

Kunjungan I-4 United Kingdom ke KBRI di London

October 3, 2018

  Pada hari Rabu 26 September 2018, Deputy Managing Director I-4 for UK, Dr. Bagus Muljadi, didampingi oleh Dr. Stevin Pramana, dan Prof. Benny Tjahjono mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk United Kingdom (UK) di London. I-4 dijamu langsung oleh Duta Besar Indonesia Dr. Rizal Sukma, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Prof. Aminuddin Aziz. Dr. Muljadi, Assistant Professor di University of Nottingham, selaku perwakilan dari I-4 mengutarakan maksud dari kunjungan tersebut, yaitu sebagai bentuk silahturahmi komunitas akademis Indonesia di UK sekaligus untuk menawarkan berbagai bentuk kerjasama yang bertujuan untuk membentuk kemitraan yang strategis dan bermanfaat bagi para pemangku kepentingan dibidang pendidikan tinggi baik di UK dan Indonesia. Dr Muljadi menyampaikan pesan bahwa I-4 memiliki visi untuk menjadi proxy pemerintah Indonesia di luar negeri, dan agen knowledge exchange yang dapat menjadi penghubung akademisi-akademisi di Indonesia dengan mitra di luar negeri, khususnya di UK. Dengan posisi strategisnya, para anggota I-4 yang memiliki kedudukan permanen di UK dapat memanfaatkan perannya untuk mempengaruhi kebijakan universitas asalnya untuk membantu memfasilitasi kolaborasi riset, mobilisasi staff dan pelajar, serta pengadaan beasiswa untuk para pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studinya di UK. I-4 juga berkeinginan untuk membantu adik-adik dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di UK dalam pengadaan berbagai programnya; seperti IndoFest, ISIC, dsb. Dr. Pramana, Assistant Professor di Newcastle University menceritakan bahwa ada banyak permintaan dari peneliti Indonesia untuk menggunakan alat riset yang tersedia di UK dan bahwa I-4 seyogyanya memberikan akses bagi rekan-rekan yang membutuhkan. Ada juga beberapa program baik yang sudah dilakukan oleh beberapa anggota I-4; Prof. Tjahjono – Professor di Coventry University – misalnya, sudah membantu menciptakan jurnal ilmiah yang dapat menjadi wadah publikasi riset kolaboratif antara para peneliti di UK dan di tanah air. Dr. Muljadi sudah membentuk Indonesian Doctoral Training Partnership yang merupakan buah kerjasama antara University of Nottingham dengan KemenRistekDikti yang menjadi wadah kerjasama ilmuwan UK dan Indonesia dalam membimbing bersama mahasiswa-mahasiswa doktoral Indonesia di Nottingham. Bapak Dubes, Dr. Sukma beserta Atdikbud, Prof. Aziz menyambut baik inisiatif dari rekan-rekan I-4. Dr. Sukma menyampaikan bahwa ada banyak permintaan dari peneliti dan pelajar Indonesia untuk dihubungkan dengan mitra riset yang relevan di UK. Dengan aktifnya I-4 di UK, dapat mempermudah kinerja KBRI dalam mengadakan iklim riset kolaboratif yang efektif dan efisien. Bapak Dubes dan Atdikbud mendukung dan mengundang rekan I-4 untuk menggunakan fasilitas KBRI untuk mengadakan program-program yang dapat memperkuat kolaborasi antara komunitas riset di Indonesia dan di UK – misalnya untuk mengakses dana riset dari Global Challenge Research Fund (GCRF), dan Newton Fund. Untuk itu, dengan dibantu oleh KBRI, I-4 di UK sudah melakukan pendataan ilmuwan-ilmuwan Indonesia di UK. Data tersebut akan menjadi acuan bagi KBRI, dan akan diunggah kedalam platform online I-4 yang dapat dirujuk oleh KBRI sewaktu-waktu dibutuhkan. KBRI juga akan berkontribusi dalam pengadaan platform online yang dimaksud. Kedepan, KBRI ingin mengundang dan bertatap muka dengan segenap rekan-rekan dari I-4 UK yang lain.

Read more

I-4 Talks bersama Dr. Bagus Putra Muljadi: Ilmuwan Millenial di era Industri 4.0

September 19, 2018

Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional dengan bangga mempersembahkan I-4 Talks dengan pemateri spesial, salah satu Diaspora yang turut serta hadir pada kegiatan Simposium Cendikia Kelas Dunia (SCKD) 2018. Dr. Bagus Putra Muljadi dengan tema “Ilmuwan Millenial di era Industri 4.0” Jumat, 28 September 2018. Setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung dengan IPK 2,7. Dr.Bagus kini membuktikan bahwa kemauan dan kerja keras akan membawa hasil. Dr.Bagus saat ini menjadi salah satu dosen muda di Universitas Nottingham, Inggris! Bersama dengan Moderator Fauzi Ilham Tim Media I-4 Yuk kita diskusi bareng bagaimana menjadi Ilmuwan Millenial di era Industri 4.0! Daring akan di mulai jam 21.30 wib ya! Pantengin terus IG @media_I4 Twitter @media_I4 Jangan lupa subscribe channel YouTube di @media_i4 dan saksikan menyaksikan live streaming nya!

Read more

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama untuk Mengadakan Joint Conference di Osaka University

August 29, 2018

    JAKARTA-Pada tanggal 14 Agustus 2018, bertempat di Hotel Royal Kuningan Jakarta, I-4 Chapter Jepang bersama dengan Forum Peneliti Muda Indonesia (ForMind) dan Universitas Indonesia telah menandatangani perjanjian kerjasama untuk mengadakan joint conference di Osaka University, Jepang tanggal 27-28 Oktober 2018 bertajuk “Japan Indonesia International Scientific Conference (JIISC-2018).” Penandatangan perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Rektor UI, Prof. Dr. Muhammad Anis, Managing Director I-4 Jepang Assoc. Prof. Dr. M. Aziz dan Pendiri dan Pembina ForMind Assoc. Prof. Dr. Fenny Dwivany. Penandatanganan perjanjian kerjasama disaksikan oleh ketua I-4 Prof. Deden Rukmana, Conference Chairman sekaligus Deputy Managing Director I-4 East Asia Assist. Prof. Dr. Sastia P. Putri, anggota ForMind, Assoc.Prof. Dr. Yudi Darma dan Dr. Berry Juliandi, serta perwakilan dari Kantor Urusan Internasional Universitas Indonesia. Perjanjian kerjasama ini sekaligus mengukuhkan dukungan sponsorship Universitas Indonesia untuk acara JIISC-2018 yang akan dihadiri oleh para ilmuwan Jepang dan ilmuwan Indonesia, baik yang berkarir di tanah air maupun di luar negeri.    

Read more

Pertemuan I-4 Chapter Jepang

July 25, 2018

JEPANG-Pada  tanggal 20 Mei 2018, bertempat di KBRI Tokyo, I-4 Chapter Jepang telah mengadakan pertemuan perdananya yang dihadiri sekitar 30 para ilmuwan di seluruh Jepang. Acara ini dibuka secara langsung oleh Dubes RI Tokyo Y.M. Arifin Tasrif dan juga dihadiri dan didukung oleh Atase Pendidikan KBRI Tokyo, Alinda Fitriany Malik Zain. Acara diawali dengan pengenalan terkait I-4 yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Aziz (Tokyo Institute of Technology) selaku Managing Director I-4 for East Asia, dan acara selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan oleh Dubes RI Tokyo Y.M. Arifin Tasrif. Bapak Dubes menjelaskan beberapa hal terkait dengan potensi para ilmuwan diaspora dan juga beberapa arahan-arahan terkait dengan pentingnya program I-4 yang tepat guna, inventarisasi segala potensi yang ada, dan outcome yang nyata bagi Indonesia. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan perkenalan masing-masing anggota I-4 Chapter Jepang berikut bidang keahlian dan pengalaman berkolaborasi dengan partner di Indonesia yang sudah dan sedang dilaksanakan oleh masing-masing anggota.   Pada sesi kedua, dilaksanakan short lecture oleh salah satu senior I-4 Chapter Jepang, Prof. Wuled Lenggoro (Tokyo University of Agriculture and Technology) dengan tema utama “Sharing of Research Collaboration”. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan presentasi singkat oleh Dr. Satria Zulkarnain (RIKEN) terkait dengan “Research Policy/System”. Sebelum acara ditutup, Dr. Sastia Putri (Osaka University) menyampaikan penjelasan terkait dengan kegiatan Japan-Indonesia International Scientific Conference 2018 (JIISC 2018) yang akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2018 di Osaka, Jepang. Acara JIISC kali ini merupakan bentuk kolaborasi dari Formind, I-4, dan Universitas Indonesia. Acara pertemuan selanjutnya direncanakan pada September di Tokyo dan Oktober di Osaka.

Read more

Dukungan I-4 terhadap Kegiatan PPI dalam the 1st ASSIGN PPI Jepang 2018

July 23, 2018

  JEPANG—Sabtu   (21/7) lalu, 21 Juli 2018, Telah sukses dilangsungkan perhelatan besar dari PPI Jepang, yaitu The 1st Annual Scientific Symposium of Indonesian Collegians in Japan (ASSIGN) bertempat di Tokyo. Mengambil tema Sustainable Development Progress and Strategy in Indonesia and Japan, sasaran kegiatan dibagi dalam tiga bidang, yaitu sains dan teknologi, ekonomi dan politik, serta social dan budaya. Acara ini merupakan bentuk kerjasama PPI Jepang dengan berbagai institusi seperti LAPAN, Kementrian Pariwisata Indonesia, KBRI Tokyo, KJRI Osaka, National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) dan juga I-4.   I-4 yang diwakili langsung oleh Managing Director untuk kawasan Asia Timur, Associate Prof. Dr. Eng. Muhammad Azis dari Tokyo Institute of Technology, mendukung penuh kegiatan ini dengan berkontribusi langsung pada acara ini. Selain mengisi diskusi panel pada bidang sains dan teknologi, Muhammad Azis dalam kapasitasnya sebagai Managing Director I-4, juga didaulat sebagai salah satu juri PPIJ Omedetou Award, sebuah penghargaan kepada mahasiswa dan Diaspora RI di Jepang yang mempunyai prestasi dan kebermanfaatan bagi masyarakat.   Dalam wawancaranya kepada Radio PPI Jepang, Muhammad Azis mengatakan bahwa hal ini menjadi ajang yang sangat baik untuk membuat kolaborasi yang lebih bagus antara I-4 dengan PPI. Ditekankan bahwa I-4 dan PPI sebagai komunitas diharapkan agar menjadi jembatan antara entitas industri, academia dan pemerintah untuk menciptakan inovasi-inovasi yang maju dan berkelanjutan. “Kita berharap kedepannya bisa saling melengkapi, bagaimanapun kita bertanggungjawab untuk membangun negara bersama”.  Muhammad Azis berharap dengan adanya kolaborasi I-4 dengan PPI di berbagai negara, kepedepannya diaspora Indonesia agar dapat bergerak dan bekerja sama untuk menciptakan ide-ide baru untuk memajukan dan mengharumkan Indonesia di kancah internasional.   Sebagai penutup, diharapkan agar acara seperti ini akan diadakan lebih banyak lagi. Dan terkhusus untuk ASSIGN, semoga akan berlangsung terus di tahun-tahun berikutnya. Sukses untuk PPI Jepang atas terselenggaranya The 1st ASSIGN 2018.     Pembukaan ASSIGN yang dihadiri oleh Bapak Eko Junor selaku perwakilan dari KBRI Jepang, Bapak Indra Ni Tua sebagai perwakilan dari Kementrian Pariwisata, Bapak Thomas dari LAPAN (dok. PPI Jepang) Pemenang dan finalis PPIJ Omedeto Awards. Pemenang kategori Mahasiswa adalah Hastoro D, dan pemenang dari kategori Diaspora adalah Arief “Kiming” (dok. PPI Jepang) Foro bersama ASSIGN (dok. PPI Jepang) Wawancara Managing Director I-4 kawasan East Asia oleh Direktur Radio PPI Jepang (Doc. Radio PPI Jepang)

Read more

Japan-Indonesia International Scientific Conference 2018

May 3, 2018

ForMIND, I-4 dan PPI Jepang proudly present “Japan-Indonesia International Scientific Conference 2018” to be held in Icho Kaikan, Osaka University, Japan in 28 October 2018. We cordially invite researchers from a broad area of scientific disciplines, including Engineering Sciences, Social Sciences and Life Sciences to submit your abstract to our conference. Registration and abstract submission is now available at bit.ly/jiisc2018 For more information, please visit our website https://formind2018.wixsite.com/1028 We look forward to meeting you all in Osaka, Japan!

Read more

Return of Investment in Research and Higher Education: Seminar and Workshops bersama University of Nottingham

May 3, 2018

Kemenristekdikti sebagai salah satu kementerian yang bertanggung jawab memajukan pendidikan, terutama pendidikan tinggi, akan menggelar rangkaian acara yang dimulai pada tanggal 2 – 13 Mei dalam rangka memperingati Hardiknas 2018. Kegiatan-kegiatan tersebut dihelat di dua kota, yaitu Bandung dan Jakarta. Hardiknas kali ini, Kemenristekdikti mengusung sub tema: Membumikan Pendidikan Tinggi, Meninggikan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, dari tema nasional, yakni “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” yang dicanangkan Kemendikbud. Pemilihan tema ini dilatarbelakangi oleh misi Kemenristekdikti untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai agenda publik. Oleh sebab itu, kegiatan yang digelar pun melibatkan berbagai elemen masyarakat, dari mulai mahasiswa, akademisi, peneliti, komunitas, hingga masyarakat umum secara gratis. Saah satu kegiatannya adalah menghadirkan Ilmuwan Indonesia bersama University of Nottingham untuk mendiskusikan seputar riset dan pendidikan tinggi. Semoga kegiatan ini dapat memajukan dan memberikan dampak yang baik bagi pendidikan di Indonesia. (Pendaftaran gratis; http://bit.ly/internationalseminar2018 ) sumber : http://sumberdaya.ristekdikti.go.id/index.php/2018/05/01/semarak-hardiknas-kemenristekdikti-2018-membumikan-pendidikan-tinggi-meninggikan-kualitas-sdm-indonesia/  

Read more

[Focus Group Discussion I-4] : Arah Pengembangan Ilmu Pengetahuan, teknologi & SDM Indonesia

April 24, 2018

[Focus Group Discussion I-4] Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) akan kembali menghadirkan kegiatan yang diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber daya manusia Indonesia. Kami mengundang para ilmuwan Indonesia di kawasan Boston dan sekitarnya untuk mengikuti Focus Group Discussion I-4: Nama Kegiatan : Focus Group Discussion I-4 Tema : Arah Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi & SDM Indonesia Narasumber : Prof. Dr. dr. Ali Ghufron Mukti ( Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti) Moderator : Dr. Rezy Pradipta ( Research Scientist di Institute for Scientific Research, Boston College, USA) Hari/Tanggal : Senin, 30 April 2018 Jam: 10.00 am EST / 21.00 WIB Tempat : Kampus Massachusetts Institute of Technology MIT Boston, USA (Room 3-442) Kegiatan ini akan membahas kebijakan-kebijakan yang telah dan akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kemenristekdikti untuk memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber daya manusia Indonesia khususnya para dosen dan peneliti. Salah satu kebijakan yang saat ini tengah disoroti masyarakat umum adalah perekrutan dosen asing untuk membantu kemajuan pendidikan tinggi dan dunia penelitian di Indonesia. Kegiatan FGD ini akan membahas lebih mendalam kebijakan tersebut termasuk latar belakang, sumber pendanaan, target dan sasaran, jangka waktu pelaksanaan, implementasi dan sebagainya. Para peserta FGD diharapkan memberikan masukan dari pengalamannya dalam melakukan penelitian dan pengajaran di dunia pendidikan tinggi baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. Kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah tentunya akan menentukan arah dan masa depan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber daya manusia. Organisasi I-4 sebagai salah satu komponen bangsa dalam pengembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi dan SDM Indonesia merasakan perlu untuk menyediakan wadah bagi seluruh komponen masyarakat ilmuwan Indonesia untuk memberikan masukan bagi penyempurnaan kebijakan-kebijakan khususnya yang disiapkan oleh Kemenristekdikti. Kegiatan FGD I-4 ini akan pula disiarkan langsung melalui Youtube channel I-4 di tautan sbb: https://www.youtube.com/user/i4channel/live Panitia pun menyediakan kesempatan kepada semua untuk memberikan masukan dan pertanyaan untuk kegiatan FGD ini melalui email ke ketum@i4indonesia.org Susunan acara FGD I-4 ini sbb: 10:00 a.m. EST – Pembukaan oleh Dr. Deden Rukmana (Ketua Umum I-4 periode 2018-2020) 10:15 – 10:45 a.m. EST – Pemaparan oleh Prof. Dr. dr. Ali Ghufron Mukti 10:45 – 11:45 a.m. EST – Diskusi dimoderatori oleh Dr. Rezy Pradipta 11:45 – 12:00 p.m. EST – Kesimpulan dan penutup oleh Dr. Deden Rukmana Salam Ilmuwan Indonesia untuk Dunia!

Read more